Tentang Lunafic

Dibangun dari obsesi, disempurnakan melalui tekanan studio nyata.

Lunafic dimulai dari Arbi yang menulis setiap hari dengan AI, lalu berubah menjadi produk setelah bukti berulang dari tim profesional bahwa rasa sakit menulis yang sama ada dalam skala besar. Kami tidak mulai dari slide pasar. Kami mulai dari gesekan menulis yang dialami langsung.

Baca dokumentasi

Phase 1

Obsesi Sebelum Produk

Arbiyanto Wijaya menghabiskan lebih dari setahun menulis hampir setiap hari dengan AI, sebagian besar cerita turunan dari anime, game, dan light novel.

Phase 2

Ide Liar, Mitra Nyata

Arbi dan Naufal Badalsyafiq mengcurahkan gagasan beberapa usaha. Lunafic menonjol sebagai yang paling ambisius dan paling hidup.

Phase 3

Sinyal Studio secara Tidak Sengaja

Percakapan tak terduga dengan tim studio mengungkap rasa sakit yang sama dalam skala profesional: kehilangan konteks, kontinuitas yang bergeser, dan alur kerja yang rapuh.

Phase 4

Pivot Sampai Tepat

Tim terus mengulang arah produk sampai satu prinsip tetap benar: kreator mengarahkan, AI mendukung, dan cerita tetap menjadi tulang punggung.

Filosofi yang Kami Kapalkan

Kedaulatan Kreator

IP Anda milik Anda. Lunafic dibangun untuk melindungi dan memperkuat kendali kreator, bukan menggantikannya.

Nasib Bersama

Kami tumbuh saat kreator mengirimkan cerita yang lebih baik. Produk ini berhasil hanya jika karya Anda berhasil.

Anda Mengarahkan, AI Menulis

Tidak ada teater prompt. Tidak ada labirin instruksi. Anda tetap berada di dalam cerita sementara sistem menangani kompleksitas.

We use cookies to improve your experience and analyze traffic. You can accept or reject non-essential cookies.